Jakarta Selatan – Gerakan Pramuka Gudep 10-049/10-050 Budi Utomo-RA Kartini SDN Petukangan Utara 06 menunjukkan aksi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar. Salah satu bentuk dukungan strategis tersebut adalah keterlibatan aktif anggota Pramuka dalam mengampanyekan Gerakan “Pilah Pilih Sampah” di berbagai sekolah pada akhir kegiatan MPLS.
Sejak hari pertama pelaksanaan MPLS Ramah, anggota Pramuka, terutama yang tergabung dalam regu inti, telah berkolaborasi dengan pembina untuk mendampingi peserta didik baru dalam memahami tata kelola sampah dari sumbernya.
Dalam rangkaian kegiatan MPLS yang humanis dan bebas dari perpeloncoan, para anggota Pramuka berperan sebagai fasilitator yang memperkenalkan sistem pemilahan sampah kepada murid baru bersama Ketua Pokja Pilah Pilih Sampah Ibu Sari, S.Pd. Mereka mengajarkan cara mengklasifikasikan sampah menjadi kategori organik, anorganik, hingga residu menggunakan fasilitas yang telah disiapkan sekolah dan membuat kerajinan tangan dari limbah sampah menjadi barang yang bermanfaat.
”Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai kepedulian lingkungan yang diajarkan dalam Pramuka dapat menjadi bagian dari budaya sekolah sejak hari pertama. Memilah sampah bukan sekadar tugas, melainkan habit baru yang harus dibiasakan oleh setiap siswa,” ujar Kak Agus Budi Utomo selaku pembina.
Selaras dengan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Aksi ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang bersih, aman, dan nyaman, sejalan dengan semangat MPLS Ramah 2026. Dengan mengedepankan pendekatan edukatif, para anggota Pramuka membantu menciptakan suasana pengenalan lingkungan sekolah yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan edukasi praktis mengenai tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Program “Pilah Pilih Sampah” di sekolah-sekolah Jakarta sendiri merupakan kelanjutan dari gerakan Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat tata kelola sampah dari tingkat rumah tangga dan komunitas. Pelibatan generasi muda melalui Pramuka diharapkan dapat mengakselerasi kesadaran publik akan pentingnya ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pihak Kemendikdas pun mengapresiasi peran aktif siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka dalam mendukung keberhasilan MPLS Ramah. Kehadiran Pramuka di lapangan membuktikan bahwa murid dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang efektif dalam mensosialisasikan kebijakan lingkungan tanpa harus melalui cara-cara yang membebani atau intimidatif.
“Dengan berakhirnya masa MPLS pada akhir pekan ini, diharapkan semangat pilah sampah yang telah dikenalkan selama masa orientasi tetap terjaga dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah di Jakarta” Ujar Kepala Sekolah Nizar, S.Pd.
Pewarta: Kak AGUS BUDI UTOMO

