Tapanuli Tengah — Anggota Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Cilincing, Kak Andi Pramono, turut terjun langsung membantu penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Ia bertugas di Posko Induk yang berlokasi di Alun-Alun Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kak Andi Pramono tergabung dalam tim pencarian dan pertolongan yang diberangkatkan menggunakan Kapal Basarnas KN SAR Ganesha. Ia menjalankan tugas kemanusiaan selama 17 hari, terhitung sejak kapal bersandar di Pelabuhan Sibolga, Sumatra Utara.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Kak Andi bersama tim SAR gabungan diamanahkan oleh Kantor Pusat Basarnas untuk membantu proses pencarian dan pertolongan di wilayah-wilayah terdampak yang terisolasi. Selain melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang, tim juga menyalurkan bantuan logistik ke daerah-daerah sulit dijangkau, dengan dukungan armada helikopter.

“Saya dan tim melakukan pencarian terhadap anggota keluarga yang hilang serta mendistribusikan bantuan logistik ke wilayah terisolasi. Proses ini dibantu oleh helikopter karena banyak lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat,” ujar Kak Andi Pramono.
Tim yang diberangkatkan berjumlah sekitar 80 personel, terdiri dari unsur Kantor SAR Jakarta, Kantor SAR Bandung, Kantor SAR Banten, tim medis dari RSCM, serta potensi SAR dari berbagai lembaga dan komunitas yang berasal dari wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kak Andi menjadi satu-satunya perwakilan dari unsur Pramuka Peduli Kwarran Cilincing dalam misi kemanusiaan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi di lokasi bencana masih sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Menurutnya, kebutuhan dasar masyarakat terdampak, baik primer maupun sekunder, masih belum terpenuhi secara optimal.
“Keadaan di sana masih sangat membutuhkan perhatian. Kebutuhan hidup masyarakat belum mencukupi. Bahkan terdapat laporan adanya korban jiwa akibat kelaparan. Anak-anak juga terpaksa menghentikan kegiatan belajar karena rumah dan sekolah mereka rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor,” ungkapnya.
Usai menjalankan tugas kemanusiaan tersebut, Kak Andi berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat segera melakukan langkah pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang turut terdampak.

“Harapan saya, wilayah terdampak dapat segera dilakukan perbaikan, terutama pembangunan sarana pendidikan dan penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana,” pungkasnya.
Keterlibatan Pramuka Peduli dalam misi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata peran aktif Gerakan Pramuka dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus mengamalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan nyata.
Pewarta: Kak Andi/Kak Amel


76 Comments
ka andi keren bisa membantu warga yang sedang kesulitan,semangat dan sukses terus ya ka andi
Semangat pak
keren sekalii
keren bangett
keren ka andi membantu masyarakat yang terkena musibah banjir bandang di Sumatra Utara, semngat terus ka!!