Jakarta Barat – Pramuka SMA Negeri 85 Jakarta menggelar Musyawarah Ambalan Madyati pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Aula SMA Negeri 85 Jakarta. Kegiatan yang diikuti 56 peserta tersebut menjadi forum tertinggi di tingkat Ambalan untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memilih kepengurusan Dewan Ambalan masa bakti 2026/2027.
Musyawarah dibuka oleh Pembina Putra, Rasyid Ridla, yang menekankan pentingnya proses musyawarah sebagai bagian dari pembelajaran bagi Pramuka Penegak.

Menurutnya, masa Penegak merupakan fase untuk belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, termasuk belajar menyampaikan pendapat, mengambil keputusan bersama, serta mengelola organisasi sesuai prinsip pramuka penegak, yakni dari, oleh, dan untuk Pramuka Penegak.
“Penegak harus berani mencoba banyak hal. Melalui musyawarah ini, adik-adik belajar memimpin, berdiskusi, menyelesaikan persoalan bersama, dan bertanggung jawab atas keputusan yang telah disepakati,” ujar Rasyid.
Rangkaian Musyawarah Ambalan diawali dengan sidang pendahuluan yang membahas tata tertib persidangan, penyampaian laporan pertanggungjawaban Dewan Ambalan masa bakti sebelumnya, baik laporan kegiatan maupun keuangan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan evaluasi peserta.

Selanjutnya, peserta mengikuti sidang komisi yang terbagi menjadi dua kelompok. Komisi A membahas dan merumuskan program kerja Ambalan untuk satu tahun ke depan, sedangkan Komisi B menyusun dan menyempurnakan Buku Adat Ambalan sebagai pedoman pelaksanaan kehidupan kepramukaan di pangkalan tersebut.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sidang formatur dan pemilihan Pradana Putra serta Pradana Putri masa bakti 2026/2027.
Hasil musyawarah menetapkan Ryan Maulana sebagai Pradana Putra dan Tasya Medina sebagai Pradana Putri Ambalan Madyati SMA Negeri 85 Jakarta.
Usai terpilih, Ryan Maulana menyampaikan komitmennya untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, disiplin, tegas, dan adil. Ia juga berharap mampu merangkul seluruh anggota, menjaga kekompakan, meningkatkan kedisiplinan, serta menghadirkan kegiatan Pramuka yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan.

“Semoga saya dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota, terbuka terhadap kritik dan saran, serta membawa organisasi Pramuka SMA Negeri 85 Jakarta menjadi lebih baik dan berprestasi,” katanya.
Sementara itu, Tasya Medina berharap dapat menjalankan amanah sebagai pemimpin yang mampu membangun Ambalan yang lebih solid dan penuh semangat kebersamaan.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan bisa merangkul semua anggota. Saya juga berharap tidak ada lagi jarak antara pengurus dan anggota sehingga semua merasa nyaman untuk menyampaikan pendapat maupun berbagi pengalaman. Semoga kami bisa saling menghargai, saling mendukung, dan bertumbuh bersama untuk menjadikan Ambalan ini lebih baik,” ujarnya.

Pembina Putri, Kak Nining, berharap Musyawarah Ambalan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh peserta dalam mengelola organisasi.
“Saya berharap adik-adik dapat belajar mengelola dirinya, mengelola teman-temannya, serta mengelola sumber daya, termasuk keuangan organisasi. Bekal itu nantinya dapat diterapkan saat mereka hidup bermasyarakat,” tuturnya.
Melalui Musyawarah Ambalan Madyati ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu membawa Ambalan SMA Negeri 85 Jakarta semakin aktif, inovatif, serta menjadi wadah pembentukan karakter bagi Pramuka Penegak.
Pewarta: Dewan Ambalan SMAN 85

