Jakarta — Gugus Depan Ambalan SMAN 110 Jakarta menggelar kegiatan Malam Tamu Ambalan pada 16–17 Oktober 2026 di lingkungan SMAN 110 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta Kelas Calon Bantara dari kelas X dan XI sebagai bagian dari proses pembinaan Pramuka Penegak.
Malam Tamu Ambalan merupakan tradisi dalam Gerakan Pramuka yang bertujuan menyambut calon anggota baru sekaligus mempererat persaudaraan antaranggota ambalan. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat karakter, kebersamaan, dan semangat kepramukaan.
Rangkaian kegiatan meliputi upacara pembukaan, pentas seni, berbagi materi kepramukaan, hingga sesi motivasi yang disampaikan oleh tamu ambalan dan para pembina. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang kepramukaan, tetapi juga pengalaman membangun kerja sama dan rasa kekeluargaan.
Pembina Pelatih Ambalan SMAN 110 Jakarta, Kak Darpi, mengatakan Malam Tamu Ambalan menjadi tahapan penting dalam membentuk karakter calon Penegak Bantara.
“Malam Tamu Ambalan ini adalah gerbang awal kalian untuk memahami arti menjadi seorang Penegak. Saya berpesan agar adik-adik menanamkan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, membangun jiwa kemandirian, dan memiliki rasa tanggung jawab. Jadikan api unggun malam ini sebagai simbol semangat yang tidak boleh padam untuk berprestasi dan mengharumkan nama SMAN 110 Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan kepada para peserta sebagai bekal dalam menjalankan peran sebagai Pramuka Penegak.
Melalui Malam Tamu Ambalan, Gugus Depan SMAN 110 Jakarta berupaya menghadirkan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan kepramukaan, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan peserta didik.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin siap mengikuti tahapan berikutnya menuju pelantikan sebagai Penegak Bantara serta mampu menjadi teladan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Pewarta: Kak Ade Fatoni

