Jakarta – Sebanyak 150 Pramuka Penggalang dari SMP IT YP IPPI Cakung – MTsN 20 Jakarta – MTsN 28 Jakarta – MTs Al-Wathoniyah 10 Jakarta – SMP Islam Miftahussa’adah serta SMPN 194 Jakarta antusias mengikuti kegiatan “Jelajah Museum Sasmitaloka Jenderal AH Nasution dan Jenderal Ahmad Yani” yang diselenggarakan pada Sabtu, 03 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, memperdalam pemahaman sejarah perjuangan bangsa, serta menggaungkan kembali nilai-nilai patriotisme para pahlawan revolusi.
Program jelajah museum ini mengajak peserta menyusuri dua lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu peristiwa penting perjalanan bangsa Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Perjalanan dimulai dari Stasiun Buaran menuju Stasiun Cikini dan dilanjutkan berjalan kaki menuju Museum Sasmitaloka Jenderal AH Nasution di Menteng, Jakarta Pusat. Di lokasi ini, para peserta diajak melihat dari dekat kediaman pribadi Mendiang Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution, lengkap dengan koleksi memorabilia, diorama peristiwa penyerangan, hingga lorong tempat beliau lolos dari upaya penculikan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani, yang berjarak tak jauh dari lokasi pertama. Di museum ini, peserta menyaksikan koleksi barang-barang peninggalan Sang Pahlawan Revolusi, mulai dari pakaian, dokumen, hingga titik lokasi tertembaknya Jenderal Ahmad Yani yang masih diabadikan hingga saat ini.
Kak Siti Maryana Hikmatin/Kak Nana, selaku Pembina SMP IT YP IPPI Cakung, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap sejarah bangsa masih sangat tinggi.
“Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia sejarah, tetapi juga momentum untuk mengambil iktibar dan semangat juang para pahlawan. Kami sangat mengapresiasi antusiasme 150 peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif sepanjang acara,” ujar Kak Nana.
Sepanjang penelusuran, para peserta didampingi oleh pemandu museum yang memberikan penjelasan mendalam serta menjawab berbagai pertanyaan seputar kisah hidup, dedikasi, dan integritas kedua pahlawan nasional tersebut. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama di halaman museum.
Melalui kegiatan jelajah museum ini, diharapkan kesadaran masyarakat—khususnya generasi muda—akan pentingnya merawat ingatan kolektif sejarah semakin meningkat, sejalan dengan semangat untuk terus melanjutkan perjuangan bangsa di era modern.
Pewarta: Muhamad Rizqi Baihaqi

