Jakarta Timur — Gugusdepan 03.503–03.504 yang berpangkalan di SDN Cipinang 03 menggelar kegiatan edukasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 424 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta murid kelas 1 hingga kelas 5.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat edaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta mengenai Gerakan Serentak Pramuka Jakarta Siap Siaga Bencana pada Satuan Pendidikan Aman Bencana. Sementara siswa kelas 6 tidak mengikuti kegiatan karena sedang melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester.
Sebelum simulasi dimulai, Kepala Sekolah sekaligus Ketua Mabigus SDN Cipinang 03, Lilis Listianawati memberikan sambutan, motivasi, serta penguatan kepada para murid mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Materi edukasi kesiapsiagaan bencana disampaikan oleh Yulis yang menjelaskan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, mulai dari berlindung di tempat aman hingga proses evakuasi menuju titik kumpul.
Selama simulasi berlangsung, para murid terlihat antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Simulasi dibuat menyerupai kondisi darurat sebenarnya agar peserta memahami tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Kegiatan tersebut juga divisitasi oleh Ajat Sudarjat selaku Ketua Harian Mabiran Gerakan Pramuka Pulo Gadung. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi, dukungan, serta apresiasi terhadap pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Apresiasi khusus diberikan kepada tim evakuasi Pramuka Penggalang regu inti kelas 5 putra dan putri yang berhasil mengevakuasi korban simulasi dari dalam gedung sekolah menggunakan tandu. Para peserta juga mempraktikkan teknik pembidaian terhadap korban luka akibat reruntuhan bangunan pascagempa.
Menurut Kak Ajat, kegiatan kesiapsiagaan seperti ini perlu dilaksanakan secara konsisten mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Ia juga menyarankan agar ke depan sekolah tidak hanya melaksanakan simulasi gempa bumi, tetapi juga simulasi kesiapsiagaan bencana kebakaran.
Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan memiliki pengetahuan dan pengalaman dasar dalam menghadapi situasi darurat, khususnya saat terjadi gempa bumi di lingkungan sekitar mereka.
Pewarta: Kak Yulistina Lubis

