Jakarta Timur — Kwartir Ranting (Kwarran) Matraman menyelenggarakan Sidang Paripurna Ranting (Sidparran) Tahun 2026 pada Sabtu (18/4/2026) di Ruang AVI, SMAN 31 Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini menjadi forum strategis bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengevaluasi program kerja sekaligus merancang kegiatan ke depan.

Sebanyak 30 peserta hadir dalam kegiatan ini, yang merupakan perwakilan dari 10 SMA/SMK serta satu perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Jakarta. Sidang paripurna ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarran Matraman, di antaranya Ketua Kwarran Kak Ade Putra Primadani, M.Pd, Sekretaris Kwarran Kak Sri Indah Lestari dan Kak G. Editya Koes Pradana Putra, serta sejumlah andalan lainnya termasuk Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Jakarta Timur, Kak Maulana Sentana.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan adat Sandi Ambacana Perwira Satya Matraman yang menjadi ciri khas dalam setiap forum resmi kepramukaan di wilayah tersebut. Setelah itu, sidang memasuki agenda inti yang meliputi sidang pendahuluan, sidang pleno, sidang komisi, hingga pleno penetapan hasil sidang.

Ketua Kwarran Matraman, Kak Ade Putra Primadani, dalam sambutannya menegaskan pentingnya forum Sidparran sebagai ruang evaluasi dan perencanaan yang berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas program serta memperkuat silaturahmi antar gugus depan.
“Melalui sidang ini, kita tidak hanya mengevaluasi program kerja yang telah berjalan, tetapi juga merencanakan kegiatan yang lebih baik ke depan serta mempererat hubungan antar Pramuka Penegak dan Pandega di Matraman,” ujarnya.

Seluruh rangkaian sidang berlangsung dinamis dengan diskusi yang aktif dan partisipatif dari para peserta. Selain menjadi forum formal, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperluas wawasan dalam pengelolaan ambalan di masing-masing gugus depan.
Salah satu peserta, Muhammad Ghozy MF dari Universitas Islam Jakarta, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, Sidparran bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga wadah implementasi nilai-nilai kepramukaan.

“Di sini saya belajar bahwa Dasa Darma dan Trisatya bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi dipraktikkan dalam kebersamaan. Kegiatan ini menunjukkan kekompakan dan ketangguhan Pramuka Matraman,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan prosesi adat penutupan Sandi Ambacana Perwira Satya Matraman yang berlangsung khidmat. Melalui Sidang Paripurna ini, Kwarran Matraman berharap dapat melahirkan program kerja yang lebih terarah, inovatif, serta mampu meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah tersebut.
Pewarta: M. Albiansyah – DKR Matraman

