Bogor — Sebanyak 22 anggota Saka Kalpataru Jakarta Timur turut ambil bagian dalam kegiatan peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2026 yang digelar di kawasan PTPN 1 Regional 2 Unit Agrowisata Gunung Mas, Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai unsur, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, komunitas, hingga pihak swasta ini menjadi momentum kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian air dan lingkungan.
Dari total peserta tersebut, Saka Kalpataru Jakarta Timur mengirimkan 22 perwakilan yang terdiri dari 17 peserta serta 5 instruktur dan pamong.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan instansi. Kegiatan kemudian berlanjut pada aksi nyata lingkungan, di antaranya penanaman 1.500 bibit pohon, pembuatan lubang biopori, serta pembersihan area sekitar. Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan berupa perahu karet dan alat biopori guna mendukung kegiatan pelestarian lingkungan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono. Dalam sambutannya, ia mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian air dan lingkungan serta berperan aktif dalam menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi masa depan,” ujarnya.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Alvian Novambha, serta perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur yang juga merupakan instruktur Saka Kalpataru, yakni Ainun, Dodo, dan Yati. Hadir pula perwakilan Kwartir Cabang Jakarta Timur, Sukirno.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pelestarian air, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata di lapangan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta membangun kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan.
Salah satu peserta, Nayla Shafira dari Dewan Saka Kalpataru Jakarta Timur, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga sumber daya air.
“Kegiatan ini sangat bermakna. Selain seru, kami juga jadi lebih sadar pentingnya menjaga ketersediaan air bersih dan lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang lebih menarik dan edukatif, sehingga semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk peduli terhadap lingkungan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Saka Kalpataru Jakarta Timur diharapkan semakin aktif berperan sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Pewarta: Saka Kalpataru Jakarta Timur

