Jakarta — Rapat Paripurna Andalan Nasional (Annas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Pramuka Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Januari 2026 di Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan strategis ini menjadi forum nasional untuk merumuskan arah kebijakan, evaluasi program, serta penguatan peran Gerakan Pramuka dalam menjawab tantangan kebangsaan ke depan.
Berdasarkan jadwal acara sementara, rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta Rakernas pada Senin (26/1), dilanjutkan pembukaan resmi Rakernas Gerakan Pramuka 2026, arahan Ketua Kwarnas, serta sejumlah sidang pleno yang membahas laporan program kerja 2025, pelaksanaan program 2026, hingga rancangan program 2027. Agenda juga mencakup pembahasan percepatan perubahan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta peninjauan juklak dan jukran lama.
Memasuki hari kedua, Selasa (27/1), Rakernas menghadirkan paparan dari sejumlah kementerian, termasuk Menpora RI dan Mentan RI, serta pembahasan kesiapan Jambore Nasional XII Tahun 2026. Salah satu agenda yang menjadi perhatian utama adalah Paparan Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Kebijakan Gerakan Pramuka, yang menghadirkan Best Practice DKIJakarta dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Paparan tersebut dijadwalkan menjadi ruang berbagi praktik baik mengenai sinergi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka, khususnya dalam mendukung kebijakan pembinaan generasi muda, penguatan program kepramukaan, serta optimalisasi peran Pramuka dalam pembangunan daerah. Best Practice DK Jakarta diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan Gerakan Pramuka.
Rangkaian Rakernas dilanjutkan dengan sidang kelompok dan sidang pleno lanjutan yang membahas berbagai isu strategis, antara lain optimalisasi aset Gerakan Pramuka, iuran keanggotaan WOSM, Jambakti, KTA Pramuka, serta perencanaan kegiatan nasional dan internasional tahun 2027.
Kegiatan Rapat Paripurna Annas dan Rakernas Gerakan Pramuka 2026 ditutup pada Rabu (28/1) dengan sidang pleno akhir, laporan hasil sidang, serta penutupan resmi oleh pimpinan Kwartir Nasional. Melalui forum ini, Gerakan Pramuka diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dan melahirkan kebijakan strategis yang berdampak nyata bagi pembinaan generasi muda Indonesia.

