Jakarta Timur — Gugus Depan SMA Negeri 36 Jakarta menggelar latihan rutin Pramuka golongan Penegak pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan yang diikuti satu Sangga Putra dan dua Sangga Putri tersebut diisi dengan berbagai materi keterampilan, mulai dari komunikasi menggunakan isyarat tangan hingga kegiatan memasak dan pembuatan kerajinan tangan.
Kegiatan dibuka oleh Pradana Putri, Dinda Prisca Silvara, sementara Pembina Pramuka, Kak Rheza Aliyasha, memberikan arahan sebelum peserta mengikuti rangkaian latihan.

Latihan dibagi menjadi empat sesi dengan materi yang disesuaikan berdasarkan golongan dan kebutuhan peserta. Penegak kelas X mendapatkan materi Isyarat SIBI sebagai pendekatan terhadap materi ragam sandi. Melalui materi tersebut, peserta dikenalkan pada komunikasi menggunakan isyarat tangan sekaligus diajak memahami bentuk komunikasi nonverbal.
Sementara itu, Penegak Putri kelas X mengikuti kegiatan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Masak dengan praktik membuat roti bakar caramel dan cheesecuit. Peserta yang tidak mengikuti SKK Masak mendapatkan materi keterampilan berupa ikatan kaki tiga dan simpul anyam.

Untuk Penegak kelas XI putra dan putri, kegiatan diisi dengan materi kerajinan tangan berupa pembuatan ring kacu menggunakan tali prusik. Setiap peserta membuat tiga ring kacu yang nantinya akan dipasarkan sebagai bagian dari kegiatan kewirausahaan Pramuka.
Rangkaian latihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada peserta. Pembuatan produk yang kemudian dipasarkan menjadi salah satu bentuk penerapan jiwa kewirausahaan di lingkungan Pramuka.

Pelaksanaan latihan rutin ini juga merupakan bagian dari program kerja yang telah disusun oleh para Penegak SMA Negeri 36 Jakarta dalam musyawarah Ambalan. Program tersebut dirancang untuk dilaksanakan selama satu tahun dengan pendampingan dari orang dewasa.
Dalam pelaksanaannya, Kak Rheza Aliyasha bertugas sebagai pembina, sementara Kak Nurzakiyah turut mendampingi kegiatan latihan Pramuka.

Melalui program yang dirancang langsung oleh para Penegak, latihan rutin diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan agar anggota Pramuka mampu mengembangkan potensi dan menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Kak Rheza

