Jakarta – Panitia Temu Nasional (Tenas) Jakarta 2026 melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membahas dukungan penyelenggaraan Tenas 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Kembang Kelapa, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026), dan dipimpin oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, S.IP., M.Si.
Audiensi dihadiri jajaran Panitia Tenas 2026 bersama tim Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta, di antaranya Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta Kak Rationo, Bendahara Kwarda DKI Jakarta Kak Sri Utami, Kak Syamsul Huda selaku Ketua Panitia Tenas Jakarta 2026, serta sejumlah panitia lainnya. Turut hadir perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, Biro Kesejahteraan Rakyat, Unit Pengelola Kawasan Monas, Transjakarta, serta Kwarda DKI Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Tenas Jakarta 2026, Kak Syamsul Huda, memaparkan profil Gerakan Pramuka, khususnya peran Dewan Kerja sebagai wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega dalam membangun kepemimpinan generasi muda. Ia juga menjelaskan bahwa Temu Nasional (Tenas) merupakan ajang silaturahmi bagi para purna Dewan Kerja dan aktivis Pramuka dari seluruh Indonesia yang banyak berkiprah sebagai pemimpin di berbagai daerah.
Menurut panitia, Tenas Jakarta 2026 merupakan penyelenggaraan ke-22 dan ditargetkan diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selama kegiatan, peserta akan mengikuti sejumlah agenda, di antaranya napak tilas di Bumi Perkemahan Cibubur, kunjungan ke Monumen Nasional (Monas), Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, Gereja Katedral, Kampung Betawi Setu Babakan, hingga kegiatan di kawasan Car Free Day Jakarta.

Dalam audiensi tersebut, Panitia Tenas berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk kehadiran pimpinan daerah pada pembukaan dan penutupan kegiatan. Menanggapi hal itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta menyampaikan sejumlah langkah dukungan yang akan dikoordinasikan bersama OPD terkait.
Salah satu usulan yang disampaikan yakni agar panitia kembali mengajukan surat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk memohon dukungan sekaligus kehadiran pada acara pembukaan Tenas. Pembukaan juga diusulkan berlangsung di Balai Agung, Kantor Gubernur DKI Jakarta, sehingga seluruh kebutuhan acara pembukaan, termasuk jamuan makan malam bagi sekitar 350 peserta dan pertunjukan seni budaya Betawi, dapat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang dukungan berupa fasilitasi penggunaan layanan Transjakarta selama kegiatan, kemudahan akses kunjungan ke Monas, dukungan kegiatan di kawasan Car Free Day, bantuan petugas dari Dinas Pendidikan, hingga penyediaan tim kesehatan dan ambulans dari Dinas Kesehatan selama rangkaian Tenas berlangsung.

Pada akhir pertemuan, Ketua Panitia Tenas Jakarta 2026 menyampaikan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat meringankan beban pembiayaan peserta sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan. Panitia juga akan melakukan penyesuaian kembali terhadap komponen biaya setelah seluruh bentuk dukungan dari pemerintah daerah dipastikan.
Melalui audiensi ini, Panitia Tenas Jakarta 2026 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat sinergi dalam mempersiapkan penyelenggaraan Temu Nasional yang diharapkan menjadi ajang silaturahmi, kolaborasi, serta penguatan jejaring para purna Dewan Kerja dan aktivis Pramuka dari seluruh Indonesia.

