Jakarta Selatan — Setelah sukses menjalankan tugas pengabdian masyarakat dalam rangkaian Karya Bakti Lebaran (KBL) 2026, anggota Pramuka dari Saka Bhayangkara Jakarta Selatan tidak lantas berdiam diri. Memanfaatkan momentum libur dan silaturahmi, para anggota ini langsung bertransformasi mengasah kecakapan hidup (life skills) melalui kegiatan pelatihan membatik tulis pada Minggu (29/3/2026).
Kegiatan edukatif ini berlangsung di workshop Arista Batik, Depok, dan diwadahi secara khusus melalui program “Pandu Membatik” sebuah komunitas kreatif yang diinisiasi oleh Arista Batik untuk memberdayakan anggota Pramuka.

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan kontingen yang tangguh, mandiri, dan berbudaya menyambut perhelatan akbar Jambore Nasional (Jamnas) 2026 mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta terlihat antusias menukar tongkat komando dan peluit mereka dengan canting dan lilin panas. Mereka diajarkan proses membatik dari nol, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga proses pewarnaan kain.
Menariknya, karya batik yang dihasilkan mengusung tema “Urban Sustainability”. Melalui goresan malam di atas kain, anggota Saka Bhayangkara menyuarakan pesan penting tentang pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Hal ini membuktikan bahwa Pramuka tidak hanya siap menjaga ketertiban masyarakat di jalanan, tetapi juga peduli terhadap isu-isu lingkungan global melalui media seni budaya.
”Transisi dari posko mudik ke posko membatik ini adalah bentuk nyata dari adaptabilitas anggota Pramuka. Melalui ‘Pandu Membatik’, kami berharap keterampilan pelestarian warisan budaya ini bisa menjadi bekal kecakapan wirausaha sekaligus karya kebanggaan yang bisa dipamerkan di Jamnas 2026 nanti,” ungkap salah satu instruktur di Arista Batik.

Inisiatif kolaboratif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi pangkalan atau satuan karya (Saka) lainnya di Jakarta. Dengan semangat berkarya dan mandiri, Pramuka membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa bisa dilakukan melalui berbagai palet warna dan karya nyata.
Pewarta; kak Ridwan

