DKI Jakarta

Nur Fidiah, Rambo Dari Pramuka Jakarta
Apr 21, 2021

Nur Fidiah, Rambo Dari Pramuka Jakarta

Jakarta - Siapa yang tak mengenal jagoan perang yang selalu menggunakan panah dan terlihat sangar hampir di setiap filmnya. Ya, jagoan tersebut bernama rambo.

Rambo yang selalu menggunakan ikat kepala di setiap aksinya ini merupakan sosok yang dikagumi banyak orang karena keberanian dan kemampuannya menaklukkan lawan - lawannya. Sosok rambo ini diperankan oleh aktor ternama yaitu Sylvester Stallone. 

Jika Amerika punya rambo yang dibintangi oleh Sylvester Stallone, maka di Pramuka Jakarta juga punya rambo yaitu Kak Nur Fidiah Ketua DKD DKI Jakarta. Asal mula gadis berusia 25 tahun ini dipanggil rambo dimulai sejak duduk di bangku SMP. "Saya tidak ingat pasti kenapa saya dipanggil rambo, namun yang saya ingat adalah ada teman kelas saya yang iseng kasih nama panggilan dan nama rambo tersebut terus kebawa hingga sekarang." Ujar Nur Fidiah. 

Kak Nur Fidiah juga menjelaskan nama rambo melekat pada dirinya mungkin karena dulu dirinya belum memakai jilbab dan rambutnya panjang serta ikal seperti rambut rambo, sehingga dia di juluki rambo oleh teman-temannya.

Kak Nur Fidiah memulai baktinya menjadi Dewan Kerja sejak tahun 2011. Di awali dari mengikuti Muspanitera Luar Biasa Dewan Kerja Ranting Cilincing, akhirnya Kak Nur Fidiah resmi masuk di dunia Dewan Kerja. Setelah menyelesaikan masa baktinya di DKR Cilincing, Kak Nur Fidiah mengikuti rekrutmen pergantian anggota DKC Jakarta Utara dan berhasil membawa dirinya menjadi anggota DKC Jakarta Utara. 

Menjelang masa baktinya berakhir di DKC Jakarta Utara, Kak Nur Fidiah mengikuti seleksi DKD DKI Jakarta dan hingga sekarang menjadi Ketua DKD DKI Jakarta. 

Anak kedua dari lima bersaudara ini mulai mencintai Pramuka karena kakak-kakak dan pembina di Gugus Depannya yang baik-baik serta sangat bersahabat. "Saya mulai mencintai Pramuka karena kakak-kakak atau senior di Gudep saya yang baik dan ramah, itulah yang membuat saya menyukai Pramuka." Ungkap Kak Nur Fidiah.

Kak Nur Fidiah dalam hidupnya memiliki motto yaitu life is like a camera. Focus on what's important. Capture the good times. Develop from the negative. And if things don't work out, Take another shoot. 

Mahasiswi jurusan pendidikan bahasa Inggris Universitas Indraprasta PGRI Jakarta yang bercita-cita menjadi pengusaha ini mengungkapkan bahwa senang bisa mendapatkan kesempatan menjadi Dewan Kerja, karena mendapatkan banyak pengalaman dan dapat bertemu banyak orang. 

"Senang bisa menjadi Dewan Kerja, dapat bertemu banyak orang dan mendapatkan banyak pengalaman, baik pengalaman yang menegangkan maupun yang menyenangkan." Ungkap gadis yang hobinya mendaki gunung dan jalan-jalan.

Add comment