DKI Jakarta

Kwarda DKI Bersama UI Gelar Pelatihan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan
Apr 27, 2021

Kwarda DKI Bersama UI Gelar Pelatihan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan

Jakarta – Kwartir Daerah DKI Jakarta bekerja sama dengan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia menyelenggarakan program Pelatihan Pramuka untuk Perdamaian – Duta Pencegahan Ekstremisme Kekerasan secara daring, Sabtu (24/4/2021).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Kwarda DKI Jakarta Kak Fadjar Panjaitan dan Direktur SKSG Universitas Indonesia Athor Subroto. Dalam sambutannya Kak Fadjar menyampaikan bahwa “Pramuka adalah salah satu komponen yang terpanggil untuk turut memberikan sumbangsih menyelesaikan masalah ekstremisme berbasis kekerasan tersebut, hari ini kami buktikan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk melakukan kegiatan untuk membekali Pramuka dalam membantu pemerintah dalam isu ekstremisme, kekerasan, dan terorisme.”

Kegiatan ini merupakan salah satu jawaban Gerakan Pramuka bagi isu dan masalah kebangsaan berupa ancaman ekstremisme berbasis kekerasan. Termasuk juga menjadi uji coba pilot project sebagaimana model-model pelatihan yang tercantum dalam Rencana Aksi Nasional Pencegahan Ekstremisme (RAN PE). Pelatihan yang diikuti oleh 36 orang perwakilan dari enam kota dan kabupaten di DKI Jakarta tersebut disusun menyusul berbagai aksi terorisme yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 serta pergeseran dan peningkatan aktivitas penyebaran narasi kelompok teror di dunia maya.

Pelatihan pencegahan ekstremisme yang menghadirkan mantan narapidana terorisme, praktisi pencegahan ekstremisme kekerasan, dan akademisi Universitas Indonesia tersebut berfokus pada peranan para Pramuka di lingkungannya masing-masing serta di dunia maya dalam isu ekstremisme kekerasan. Salah satunya dengan membekali para Pramuka dalam menghadapi penyebaran informasi hoaks, memberikan perspektif berpikir kritis dalam aktivitas dunia maya yang rentan terpapar informasi serta narasi ekstremisme, memberikan perspektif kohesi sosial dan kesiapan hidup bersama dalam keberagaman.

Pramuka Jakarta dan Gerakan Pramuka umumnya sebagai partner kerja sama dinilai strategis sebagai penggerak pencegahan ekstremisme di kalangan generasi muda. Hal ini krusial mengingat catatan berbagai penelitian yang menunjukkan generasi muda sebagai target utama perekrutan kelompok teror. “Gerakan Pramuka yang memiliki cakupan hingga ke sekolah-sekolah dapat menjadi penggerak dan pelopor membangun kohesi sosial, toleransi, dan memupuk ketahanan terhadap ancaman narasi ekstremisme berbasis kekerasan,” sebagaimana disampaikan ketua tim pengabdi Muhamad Syauqillah dalam pengantarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Waka Binamuda Kwarda Kak Nurdin Hasan, Waka Abdimas Kwarda Kak Ratiyono, Waka Binawasa Kwarda Kak Irwan Febriansyah, serta Ka Pusdiklatda Kak Zarkasih yang juga menjadi salah satu narasumber. Di antara tim fasilitator kegiatan ini ialah Prakoso Permono sebagai fasilitator utama, Bella Widya, I Putu Hadi Pradnyana, serta Nidia Masithoh dari Universitas Indonesia dan Fakhir Naufal, Rizky Febryanto, dan Silvi Dwi Yanti dari unsur Pramuka. (pras)

Add comment