DKI Jakarta

Inilah Sosok di Balik Kampanye #PramukaDonorDarah
Sep 01, 2021

Inilah Sosok di Balik Kampanye #PramukaDonorDarah

Jakarta – Program Pramuka Donor Darah merupakan salah satu program inisiasi kumpulan Penegak dan Pandega Jakarta yang bergerak pada bidang donor darah. Program yang diinisiasi pada akhir tahun 2020 tersebut merupakan program kampanye yang dibuat di Instagram @pramukadonordarah untuk mengampanyekan budaya donor darah sukarela di kalangan Pramuka Jakarta dan umumnya Pramuka seluruh Indonesia.

Hingga Agustus 2021 program Pramuka Donor Darah telah menorehkan berbagai macam karya dan pencapaian. Pada akhir Agustus akun Instagram @pramukadonordarah telah mendapatkan 1.192 pengikut dari berbagai wilayah di Indonesia. Program ini juga telah menjalankan beragam kampanye donor darah berupa diskusi daring dan kampanye di berbagai lokasi donor darah. Tidak hanya di Jakarta, program Pramuka Donor Darah telah dikenal di beberapa wilayah Indonesia dan mendukung berbagai kegiatan donor darah dengan mengirimkan stiker kampanye, misalnya ke Kwarcab Kota Batam.

Secara internasional Pramuka Donor Darah turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Pendaftaran tersebut dilakukan melalui situs World Organization of the Scout Movement (WOSM) yang menghimpun pelayanan para Pramuka pada lingkungan. Berdasar perhitungan WOSM, Pramuka Donor Darah dengan 10 project telah mencapai 5.965.122 service hours atau jam pelayanan yang merupakan ukuran dampak dari suatu proyek Pramuka di tingkat dunia.

Di balik program tersebut terdapat anak-anak muda, Pramuka Penegak dan Pandega Jakarta yang secara aktif dan sukarela mengampanyekan donor darah. Di antaranya ialah Dian Ardianto (21 tahun), Putri Viola (19 tahun), Nabilah Saffanah (18 tahun), Fakhir Naufal (20 tahun), Ilham Saputra (20 tahun), dan Rosyad Burhan (20 tahun). Sosok penggerak kepedulian sosial dan kemanusiaan ini rata-rata adalah anak muda di bawah usia 20 tahun, usia Penegak Pandega yang dituntut untuk “ikut serta membangun masyarakat” dalam Tri Satya. Tiap pribadi yang ikut serta dalam kampanye ini juga merupakan pendonor darah sukarela dan aktif di kwartir dan gugus depannya masing-masing.

Misalnya Kak Putri Viola yang juga anggota DKC Jakarta Selatan dan mahasiswa Universitas Indonesia yang aktif sebagai sukarelawan tim Pramuka Donor Darah, ia beralasan bahwa “saya terpanggil karena rasa peduli sejak SMA untuk membantu sesama.” Demikian pula dengan Kak Dian yang aktif sebagai mahasiswa pendidikan sejarah dan DKR Cilandak yang bergabung dalam tim disebabkan “Pramuka Donor Darah menjadi media kampanye edukasi masyarakat untuk mendonor sebagai gaya hidup, ini juga menjadi wadah kreasi bagi saya.” Sejalan dengan itu anggota tim paling muda Kak Nabilah Saffanah dari DKR Kebayoran Baru menuturkan bahwa ia meyakini “kampanye ini pasti akan sangat bermanfaat untuk menyadarkan pentingnya donor darah.” Terakhir Kak Fakhir Naufal menggambarkan rasa bahagia yang tinggi dari hasil program ini “rasanya bahagia melihat orang terbantu melalui donor darah.”

Seluruh sosok dalam tim Pramuka Donor Darah memiliki tiga garis besar alasan menjadi sukarelawan kampanye donor darah. Yaitu kepedulian sosial, wadah berkarya, dan semangat memberikan manfaat bagi sesama. Panggilan tersebut adalah gambaran ideal Pramuka Penegak dan Pandega yang memantapkan diri dalam bina diri dengan membangun kepedulian, bina satuan dengan memengaruhi lingkungan pergaulan, dan bina masyarakat dalam upaya menjawab tantangan kebutuhan darah yang terus meningkat seiring dengan berjalannya pandemi Covid-19. Hal ini tidak lain bersumber dari semangat pengamalan Satya dan Darma Pramuka yang diamalkan oleh para anggota tim, yang empat di antaranya juga merupakan Pramuka Garuda.

 Anggota tim Pramuka Donor Darah juga menerima apresiasi dari berbagai pihak. Misalnya dua sukarelawan tim Pramuka Donor Darah yang menerima Lencana Karya Bakti dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai apresiasi atas kontribusinya melalui program Pramuka Donor Darah. Demikian pula apresiasi yang datang dari Ketua Kwarda DKI Jakarta yang disampaikan pada rangkaian donor darah Bulan Bakti Hari Pramuka 2021, dan apresiasi Kwartir Nasional yang disampaikan Andalan Nasional bidang Pengabdian Masyarakat Kak Dr. Saul Saleky.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta beserta jajaran pengurus juga mengapresiasi para anak muda penggerak donor darah dan menyebutnya sebagai “angkatan kemanusiaan yang turut ambil bagian pada masa pandemi Covid-19,” sebagaimana dituturkan Ketua Bidang Kerja Sama PMI DKI Jakarta H. Arya Sandhiyudha, Ph.D. Namun demikian terlepas dari apresiasi formal tersebut, Pramuka Donor Darah berhasil memberikan dampak nyata bagi kebutuhan darah. Misalnya Oki Tapiadi, Pramuka Penegak Kwarran Kebayoran Lama yang mengirimkan foto mendonorkan darah untuk seorang pasien yang membutuhkan, “iya kak karena info dari Pramuka Donor Darah saya langsung meluncur,” tutur Oki ketika terpanggil menjadi donor perdana.

Inilah sosok di balik manfaat dan pencapaian kampanye Pramuka Donor Darah. Dengan semangat berbakti tanpa henti, program ini terus akan dikembangkan dan dilanjutkan demi kepentingan kemanusiaan. (Pras)

 

Add comment